Selama Anda Telah ditakdirkan bersama kami

d

Jumat, 30 Desember 2011

Pentas Budaya Unikama Jadi Kesan Pemiarsa

Universitas Kanjurhan Malang (Unikama) menggelar pentas budaya yang beragendakan penampilan aneka kesenian dari berbagai daerah. Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru ini memberikan keindahan bagi para penonton yang berpusat di depan rektorat.

Salah satu yang diunggulkan pada Gelar Seni Budaya tersebut adalah pertunjukan tarian dari daerah Kalimatan sebagai juara satu. Disusul juara dua dari Maluku, dan juara tiga dari daerah Sumba. Tarian Kalimantan tersebut memang sering menjadi ketakjuban bagi para penontonya, karena Unikama erring mengadakan pagelaran tersebut.

Selain mahasiswa, pentas budaya ini banyak disesaki masyarakat dari berbagai kalangan Unikama. Masing-masing daerah menampilkan keunggulan seni budanya masing-masing. Tarian ini juga merupakan pendidikan karakter yang berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan oleh panitia, ungkap Kabag Kemahaiswaan Drs. Rusno, MM.

Tarian semacam ini juga merupakan festival pentas seni budaya dalam memperingati hari sumpah pemuda. Hal ini juga untuk menumbuhkan cinta generasi muda kepada seni daerah. Saat ini, seni semacam itu sudah kelihatan mulai luntur dan hilang terhadap kecintaan seni budaya oleh generasi muda sekarang.

Minggu depan akan ada gerakan penghijauan bagi mahasiswa baru (Maba) tahun ini. Penghijauan tersebut berupa penanaman pohon palem. Dengan demikian, nanti akan didatangi Duta Besar Austria yang akan berbicara tentang lingkungan hidup.

Para pengunjung tampak antusias dan sangat menikmati pergelaran seni budaya yang menampilkan tarian dari berbagai daerah. Pada ahirnya, panitia menyerahkan penghargaan kepada masing-masing kontingen yang telah berpartisipasi pada kegiatan tersebut. “Kita berharap dengan pergelaran seni budaya serumpun ini lebih memperkuat tali silaturahmi antara sesama warga masyarakat yang terpisah daerah,” kata salah satu panitia.

Sementara itu, salah satu peserta mengungkapkan, bahwa persaingan di jagat hiburan sekarang semakin berat. Dengan demikian, kesenian tradisi semacam itu harus bersaing dengan hiburan modern yang lagi berkembang. Oleh karena itu, dirinya menuturkan pentingnya branding pada kesenian tradisi. Setiap pelaku harus pandai – pandai memberikan informasi kesenian kepada masyarakat.

Tidak bisa dihindari, warisan budaya apapun harus berhadapan dan mengiringi jamannya. Bila mau tetap hidup, masing-masing pelaku kesenian tidak boleh melawan arus melainkan ikut berbaur sesuai dengan peradabannya saat ini. Ia menambahkan, melihat begitu banyaknya penari yang lihai melakukan kesenian tersebut, tentu tidak khawatir kesenian akan lenyap. (dinog)

0 komentar:

Posting Komentar